header image
 

I Love You More Than Ever

“Perfect morning”
Kata kamu, sayang…
Sepagi mata tidak bisa dibuka
Terhuyung huyung menemui senyum dari orang orang yang dicintai dan mencintai
Ah… membahagiakan.
Masih terasa semalam tadi kamu ada di aku, aku ada dikamu.
Aku bahagia teramat sangat dengan mata tertutup pun aku bisa menyentuhmu didalam sini.
Tapi aku juga tidak terkaget ketika aku buka mata kamu tidak ada disitu,
Tadi malam… dan malam-malam kemarin…

Mendengarkan percakapan dari hati dan tertawa orang orang yang aku cintai
Membahagiakan.
Lalu diam mendengarkan pagi…
Duduk melihat ke………
Hmmm… ya. Aku baru sadar. Ternyata aku duduk melihat lurus ke selatan…
Apakah kamu juga membelakangi aku sayang…?

Padang hijau tidak terurus dibalik pembatas abu abu dua kali tinggiku.
Pohon palem raksasa dan pohon pohon lain yang aku tidak tau namanya.
Semuanya tidak terurus tapi tetap menyenangkan untuk dilihat.
Seperti kamu yang tidak disini tapi memelihara semua yang ada di kamu untuk aku…

Ada lagi suara aliran kecil di sudut kiri dengan pohon bambu, palem raksasa,
dan lagi lagi pohon lain yang aku tidak tau namanya..suaranya tenang…
setenang hatiku karena kamu…

hijau… hijau semua…

tegak lurus didepanku.. genting mushola… hijau.
disitu ada istana laba-laba dengan laba laba besar berperut kuning… hmm.. kuning dan hijau…
laba-laba itu.. seperti punya dunia-nya sendiri
seperti aku dan kamu sayang…

rumah hijau besar di sudut kanan dengan tabung besar berwarna oranye…
oranye ditengah tengah hijau… hmm.. silau…
silau kata kamu waktu waktu itu sayang…

melihat lagi lurus kekanan…
jajaran genting merah hati, hijau, coklat, biru, merah…
kamu suka semua warna kan, sayang…

ada padang hangat berwarna biru muda dan kapas-kapas putih, jauh diatas.
menangkap bayangan merah menjadikan padang biru itu sebagai jalannya.
ah… kalau pun aku ada didalam merah situ untuk pergi bersama kamu sayang…
mungkin belum bisa karena Dia tahu aku belum siap menampung kebahagiaan
yang lebih lagi dari kebahagiaan yang kita punya sekarang sayang…
biarlah…
Dia tau yang terbaik untuk kita sekarang…

Teh hitam ditanganku itu sudah dingin…
Sedingin hati kita semalam sayang…
Dingin tapi tetap manis… karena aku dan kamu adalah cinta.

Ketakutan kamu semalam
Kemirisan aku semalam
Kemudian menciptakan frase yang sama
yang aku rasa yang kamu rasa…
I Love You More Than Ever.

Meletakkan kakiku di relling teras loteng yang sempit
Menoleh ke kursi kecil disebelah…
Kosong.
Sedari tadi aku tau kursi itu kosong…

Lalu aku melihat kamu duduk disitu dengan satu gelas besar teh hitam
dan dua potong legit ditanganku
Sengaja satu supaya tidak ada yang tahu siapa yang menghabiskan teh hitam itu lebih banyak
Karena aku bandel… sayang… kamu sudah tau…
Sengaja dua supaya kelihatannya aku mau berbagi
Karena legit adalah favoritku

Aku dan kamu disitu
Diam…
kamu bisa melihat semua yang aku lihat
Dan merasakan apa yang aku rasa
Tidak perlu menyentuhmu untuk menjadi satu dunia…

Never been in love like this… I love you my guardian angel…
Thanks for being my lips, my eyes, my voice, my heart, my soul, my all.
ur all im.
It seems that I cant believe it. But ido. I do love you more than I think what I feel…

“AK”
12.52 pm 21 Mei 05

~ by adekkeliat on May 20, 2005.

Leave a Reply