header image
 

sakit…

Sudah lebih dari dua jam…

Tanganku masih sedingin tadi…

Bukan karena pendingin buatan itu

Bukan pula karena jokja yang mendung seharian ini dan kemarin

Dengan waktu yang sama juga…

Napasku tidak beraturan seperti ini..

My first Almost here…

Brian…

Aku…?

Jatuh cinta?

Seperti inikah keringanan hati karena cinta…?

Karena cinta adalah untuk cinta…

Bukan untuk si itu, si ini, si.., si..,

Cinta adalah untuk cinta

Tauuuuu..kkkk…?!! :p

Aku tidak pernah mengharap lebih…

Tapi betapa berlebih yang aku dapat rasakan

Tidak pernah merasa sesakit ini karena kangen

Tapi sakit ini bukan sakit biasa..sakit ini begitu aneh. Indah. Rumit. Ringan.

Begitu diinginkan…

Biar..maka biar aku menikmati kangen ini

Mungkin besok tidak akan aku rasa lagi sakit seperti ini

Siapa pernah rasa ini?

Aku.

Cuma aku.

!!!! gila! Ini sangat…sangat… hhh..???

Apa namanya… astaga..sampai akupun tidak mampu menjelaskan dengan kata-kata

Ini..bahkan lebih dari apa yang dapat aku kira dapat aku rasakan..

thanks God…… thanks God…….

Benarkah ada hal hal kecil yang tidak dapat dipercayai

Yang kemudian bisa begitu sering terjadi..

pada saat saat kecil

pada rasa rasa kecil

pada ingatan ingatan kecil

pada hal hal yang……

hhhhh…

my Godnesss…

You teach us how to read our heart

Each other

Without……

Without……

O my Godness…… m speechless…

I Love Him…

‘AK’ 21 jun. 4.28pm

~ by adekkeliat on June 21, 2005.

One Response to “sakit…”

  1. Hemm …
    Rasa cintamu takterkatakan, namun tak tersembunyikan.
    Ia diam di antaramu, meliputi keseruluruhanmu dari waktu ke waktu
    Kemana pun kau sembunyikan dirimu, ia tetap menampakkan kemilau wajahnya
    Dalam sunyi, di antara gulita, di tengah kegaduhan,
    dia bercahaya hanya untukmu
    Di bawah matahari, dinaungi awan, diterangi bulan, disinari bintang, dia tersenyum khusus buatmu.
    Takterkatakan dan takterlukiskan, bukan?

    Hemm … rasa cintamu itu merekat
    hingga merambah di setiap desah napasmu

    Cinta itu seperti angin semilir
    Menyejukan, namun dapat membuatmu sakit
    bahkan lebih sakit dari panah Sri Rama.

    Lalu, kenapa mesti sakit?
    Karena merindu?
    Kalau rindu katakan rindu dan penuhi anganmu itu.

    Cinta itu seperti kupu-kupu
    dikejar … ia menjauh, engkau diam … ia menghampiri.
    (Pilih mana? Hanya dirimu yang tahu mesti melakukan apa)

    Biarkan semua rasa itu mengalir dalam jiwa dan ragamu
    indah. Rindu. Rumit. Ringan. Geli. Sakit. Sebal.
    (asal jangan sekali-sekali membenci, dendam dan melukai)
    Karena ketika semua rasa itu tak terasakan lagi
    bukan lagi cinta namanya (walau sulit untuk menghilangkannya)

    Adek Adek …
    Bahagialah engkau, Dik
    Karena menikmati cinta itu
    Katakan pada cintamu (dimanapun dan siapapun dia)
    Jangan biarkan cintamu membelenggu sukacitamu
    Karena cinta yang tidak untuk dibelenggu.
    Sebuah lagu bukanlah lagi sebelum dinyanyikan!
    Begitu juga cinta, sebuah cinta bukanlah cinta sebelum dipersembahkan.
    Katakan pada cintamu itu agar persembahkan cinta untukmu!

    Salam manis untukmu!

    NgGelik

Leave a Reply