header image
 

Muka kertas!

sudah… sudah habis waktunya sekarang.
sudah. sekarang waktunya tertawa.
apapun itu. tertawa saja. karena kadang tertawa tanpa arti pun punya alasan kenapa dilakukan.
yang mendengar biar pening!
yang terganggu biar makan ati!
yang diam saja biar tersadar!
bahwa hidup itu bukan untuk bernapas diam diam lalu menelan debu debu itu tanpa aksi protes
ini debu. debu. debu. sekecil apapun tetap dia itu ada.
jangan pernah menganggap dia itu tidak ada.
dan jangan pula membohongi dengan membesar besarkan keberadaan debu.
debu itu ya tetap debu. titik.

tertawa saja sekarang keras keras! hisap debunya kuat kuat!
biar penuh tengorok
biar mampat di paru paru
biar meledak sekalian

lama sekali tidak pernah tertawa kuat dan keras
apa karena lama sekali juga tidak pernah menangis?
apa itu ada hubungannya?
tertawa. menangis. semua bisa dilihat.
apa yang tidak bisa dilihat?
dirasa…? hhh.. itu pekerjaan hati
sebeku apa
sebebal apa
sekeras apa
hati orang orang yang seperti itu?
permaianan tingkat tinggi untuk orang orang bermuka kertas.

~ by adekkeliat on September 1, 2005.

Leave a Reply