header image
 

A><A

A’ul;
Sayatan perihmu masih basah dalam jiwa yang kian resah,
Kasih!
Dengan apa kan kupinakkan (aku), yang semakin liar ini?

Adek;
Aku kira sayatan itu sudah mengerak
Keras
Batu
Ternyata nanah busuk di dalamnya
Maka mereka berpinak dengan uap bara
Berbentuk lengking tawa dan denging senyuman

A’ul;
Aku rindu derai tawamu
Tuk deraikan darah yang tlah jadi kerak,
Melengking di babatuan hitam empeduku,
Muaikanlah luka yang terpendam dan bernanah!
Dengan satu kecupan bibirmu

Adek;
Tidak berderai… Tidak lagi…
Cuma empedu empedu busuk meraungi hati busuknya
yang mereka kira pualam
sementara bibirnya merindukan sejatinya kulum
dari hati…
bagaimana dari gairahpun ia lupa
nothing i can do…
tired…
no shoulder
no hug..
hate being like this
I have to move.
nowhere.
So…??!!!

A’ul;
Kepantai…
Mengejar terang yang semakin hilang!
Lalu kaupun murung, Langit mendung,
Tapi hujan tak jua turun.
Maka…
Menangislah kau di bahuku

****************************Adk’rUl******************serendipity****************************************************

~ by adekkeliat on March 21, 2006.

Leave a Reply