kupukupu oranye
Selalu ada penyesalan
Kenapa tadi tidak kulumer bibirnya hingga dia terbakar
Lalu tidak melupakan aku dan gairah
Lalu aku melupakan dia dengan semena
Ooh! Ahya!
Tuhan!
Ya Tuhan tidak menulis ciuman di script-Nya…
Untuk hari itu tidak.
Helaan napas ego ku terkuap
Lalu aku tergeming tersumpal
Menderenyit di pembuluh kepala
Satu-satu otot dikutip dari belulang
Rontok terhampar
Irama darah kepala menderap kuat
Baris di garis serang
Kupu-kupu oranye lompat lompat. Menghitung hidung pasukan.
Komandan garang dengan mata jenaka. Menginci strategi gerak.
Membiarkan serdadu pasrah telungkupi tanah.
Menjaga supaya kupu kupu tidak kehilangan satu hidungpun.
Ciuman itu mungkin belum tertulis di peta perangnya.
Bukan sekarang, Belum kemarin atau besok ???
Jika sekarang dia ingin mencium, maka…
Ciumi saja inci-inci peta!
Dengan tombak berliur cinta
Dan petaperangnya tersobek basah
Musuh sibuk terpingkal lalu mati kehabisan napas
Ada pesta pora kemenangan. Dengan kupu-kupu oranye tersemat.
Tidak perlu mengejangkan otot. Tidak ada gerak pembuluh kocar kacir.
Semua konak utuh di lumbung mesiu.
Cuma cinta dan jenaka hati.
Kupu-kupu oranye girang gemirang
************************Adek***************************

Leave a Reply