Be wise… ?
BE WISE… (?)
Bukan… aku bukan menangis untuk dia.
Bukan pula… aku menyesali atas apa yang terlakonkan pagi itu.
Semalam…
Aku bahkan tidak mampu untuk mengorek keberanianku
mendengarmu menyemburkan kebohongan (mungkin..?)
Akupun tidak sanggup menggerakkan buku-buku jariku
mencari pembuktian atas kemenangan egoku.
Aku… Cumaa…… egghhh… tidak mau… lagi…
merasakan sakit… di ulu.. hati…
Walaupun..! nantipun..!
Tidak akan lama –RDN- rasa tidak sakit itu.
Dan sekarang aku ingin diam…
mencari titik focus supaya aku bisa membedakan
yang mana ‘wise’ seperti katamu & yang mana ‘tidak berhati’ seperti kataku.
Pergi!! Pergi!! Pergiii!
Orang dungu yang berlagak punya hati ini meneriakimu supaya pergi!
Bawa ke’wise’an kamu itu!
Dan rabai sendiri bebatuan keras di permukaan hatimu!
Mungkin sudah menjalar memenuhi sampai ke dalamnya (semua)…?!
Mungkin aku tidak ‘wise’ tapi aku mengerti dengan hati.
Ketahuilah, ‘wahai’…!? Aku sedang belajar menerima dengan qona’ah…
Karena aku bukan –Iwan Fals- pilihan
Maka… bantulah aku dengan pergi… jika…
kamu… (?)
Tidak berhati!
Jika kamu…… tidak. Berhati. Maka dengan bebas
aku mampu berkata… I love the way I treat my self when I’m with you…!
If only u have… may i erase the …? akh! forget it !!!!
*******************************************************************************Jkt -9 April 06- 09:24*************
DIMANA…
Suara manusia-manusia sebelah menyacah barisan rapi kusut tidurku
Aku… (hmm…??) aku mendengar khas tertawamu… disitu.
Tapi kamu…… dimana?
Serasa ada yang bergerisik menyerasap ngilu & sedak di satu lorong panjang
ditengah rongga dadaku.
Serempak romaku tegak berdiri menahankan lagi rasa sakit yang muncul…
Kamu tidak ada (lagi)…… kah………???
*****************************************************Jkt -9 April 06- 14:03************************************

Leave a Reply