lalu Tompi bernyanyi untukku
tidak ada apa-apa, bagaimana-bagaimana,
pun tidak terlintas siapa-siapa, mengapa-mengapa,
hangat menelungkup di pinggang bapak…
merasakan jejarinya di ubun ubun
sampai ke tulang belikatku…
17, 20, 21, 22, 23,.. tahun lalu…
aku merindukannya.. sangat…
mengeratkan kaki di perutnya
mengaitkan tangan di belakang lehernya
lalu dia menepuk pasir di telapak kakiku
tidak mengkhawatirkan detil detil berantakan
tidak mencemaskan teriakan tajam
kutempelkan telingaku ke pipi bapak…
ku eratkan kelopakku ke bahu bapak…
semua hilang… lelap….
sidratul muntaha…

Leave a Reply