header image
 

anak penyu

terkakak kakak dengan bulan tipis melengkung mengikuti
di 11:47 pm 290906
tetap cantik walaupun tidak di make up romantis…
di sela kepitan pohon, atap atap, pemancar, awan gelap, dan ketiak bintang bintang

lalu aku menutup mata merapatkan ketiak ke dinding biru
merasakan tonjolan pil di tenggorokan yang tak kunjung merosot ke perut
tadi dan kemarin dia datang membawaku ke alam tertawa
tidak berprasangka
tidak ada yang perlu dijawab dengan kerut kening
aku lepas bak anak penyu berlarian ke air pertama ku…….

tadi diam..buta… tidak rasa apa siapa…
yang terlalu mencintai mengepak lenyap.
yang bisa dicintai membatu busuk
terlipat dipinggir menghitung yang tergulung bergelantung
dan tergetar di adzan Shubuh…

bukan punya siapa mana
dan akan jadi seperti itu
seperti duri yang melesat ke penjuru dan penjuru
melibas jala jala yang pura pura halus sutra
omong kosong!!!

tidak berkemampuan menyelinap lewat gerbang duri
maka jalanlah ke pinggir
lalu silahkan cari jalan susu bermarka madu
dengan gerbang berpewangi.

kalau dikira aku mampu bermahkota rantai?
maka aku bisa berjalan ujung kelingkingku sendiri.. ke tanggul, ke curam semak, ke selokan…
karena sebenangpun tak ada yang mampu tersimpul.
selama semua rambu terjaga di ubun ubun dan mengejang di unjung ujung indera…

tadi aku terlelap..
tibatiba terkaget dengan paksaan ancaman.
aku mengapatis..menyemadi.
kemudian hujan api menancapi ulu dadaku
lalu melesat delapan ribu lima ratus delapan puluh tujuh anak panah,
dengan dua garis merah tebal bersilangan dari seluruh lubang bulu bulu halusku….

kekuatan berdiam, mengangguk, menyenyum, dan menertawa mengepul jadi jelaga
di ujung hidung.
kata maaf sudah tertinggal di rumah sebelah…
gaungnya selewat tadi sama sama kita dengar.
ini pilihanmu dan ini keputusanku. 03:57am 131006

~ by adekkeliat on October 16, 2006.

Leave a Reply