Dewa Sepimu
Dewa Sepimu
Dia berbincang di seperempat abad lalu….
Mencerita segala makna yang mampu dia kenang..
Segala yang dangkal.
Lalu membeliung semua tentang dia dari bawah ingatnya
Hingga memuncul mengapung di permukaan
Tentang siapa dia
yang diseperempat abad lalu terpesona oleh arti kesepian…
yang di seperempat abad kemudian kesepian itu terdewakan
di gemuruh buih memabukkan.
di potongan kata-kata terpenggal.
di sentuhan binal pembalasan kesumat.
di gegap lampu tujuh warna.
menjadi manguan di pekatnya kopi dan pedihnya asap.
menjadi lucon di selipan refrain lagu-lagu cengeng.
menjadi randezvous di potongan hari.
di gelap-gelap menggerayangi bahu terlelap.
Padamu cintaku menjadi iba…
kesepian itu merubah warnanya.
jika…. Ibaku memuja dewa sepimu,
Maka terbenamlah dalam buih itu.
mengaburlah semua daya warasmu.
untuk mencerita lagi terus dan terus…
tentang seperempat abadmu yang dulu dan yang akan datang.
lalu dimana kau kini….?
hilang…. hilanglah aku atas nama dewa sepimu
tidak ada aku….
Di seperempat abad lalu atau diseperempat abad nanti
Aku disini…
menyayup suaramu tentang dewa sepimu
lalu jauh…. menjauh…. Sunyi.
11:14pm
12.12.06————————————————————————

saya dedikasikan untuk orang yang mungkin akan sangat cocok sebagai rekan hidup saya. atas ketakutannya pada sang takut, maka dia hanya mampu muncul saat dia setengah tak waras seperti malam malam sebelum saya menulis ini. cya mr.preg.
adek adek said this on November 14, 2007 at 5:25 am