header image
 

Menghangat peluk’

Menghangat_peluk Aku ingin lari saja… bersembunyi di ketiak… meninabobokan Aku tidak mau menghadapi Aku bosan Aku tidak suka Lelah sudah………… Aku ingin menghangat dipelukan saja Aku tidak mau menerjang angin pedih itu lagi Aku ingin terpejam terpeluk terdamai terseribu rasa….

Tapi kenapa aku masih terus menerjang Sampai aku takut aku tidak punya kekuatan lagi Untuk sekedar menangis bila telah ku coba berdiam di sana lalu jika nanti kutahu tempat itu bukan untukku hangat yang kukira hangat… adalah lebih pedih dari angin pedih itu angin itu pedih… pelukan itu entah… mungkin di pelukan saja diam di lengannya sampai aku temu disitu ada kehangatan… yang disebut hangat atau pedih yang memang pedih lalu aku akan tinggal dan bersemu atau aku akan pergi melawan angin… 9:50pm 13.12.06—————————————————————————–

~ by adekkeliat on January 31, 2007.

2 Responses to “Menghangat peluk’”

  1. Katanya angin tak bisa membaca..
    Tapi teriknya mencecar dahaga…
    Atau biola sia tanpa dawai..
    Tapi elok parasnya duli membuai..

    Jung hati ini lepas berlayar…
    Antar jiwa resah terlantar..
    Dalam rangkai doa di jejaring kelakar,,,
    Ikhtiar padam baramembakar…

    Andai ada yang tahu hati ini rawan..
    Penuh bisa dan racun cendawan…
    Andai kelu basa sanggup ingatkan…
    Ini kumbang pedih matikan…

    Andai seribu andai…
    andai sabar mampu membuai…
    Atau menggantang jaring ikan untuk anai…
    Harap bahagia kan dituai..

  2. From whom the bell tolls!
    Viva Metallicaaaaaaaaaaaaa!

Leave a Reply