Kemudian pekatlah langit di penghabisan bulan kemarin.
seperti habisnya semua rasa yang kukira tidak kan habis…
sebelumnya kemarin.
kamu cukup membuatku merasa sangat tidak berharga.
sekarang sudah mati semua nyala, pijar, dan asap bara pun dingin kepulnya…
aku pergi untuk cukupnya hinamu.
dan amarah yang sontak mengingatkan akan artinya aku.
lama ku tak jenguk seperti apa amarah yang sia……
namunpekatnya malam ini benar benar menjauhkan ku dari kamu.
aku manusia biasa bila boleh aku bilang aku membencimu
namun belas yang ada untuk penakut seperti kamu.
karna aku pernah merasa takut pernah tak berbelas pernah tak berasa..tidak menilai harga selembar ketulusan.
apalah daya ku bukan malaikat
semoga segala aku yang buruk tidak melukai orang
seperti kamu malukai aku. seperti kamu menyia-nyiakan aku.
kamu memang bukan yang terbaik untuk aku
aku juga tidak terbaik untuk kamu.
kamu kira kerikil itu akan sama dengan aku..
dan aku tidak mengira kamu sebagai apa-apa lagi. tidak akan.
hingga aku seperti buta seperti pekatnya langit semua penjuru arah..
Astaghfirullah……!

Leave a Reply