header image
 

seperti ini,
membuat yang hangat di balik pundak menggeletar..
sampai ke buku jari…
sampai dia menjadi sebuah sesuatu yang tak bersebut..

bebas helakan segala gerak,
sampai menyaman ke setiap pecah merah,
yang basah..yang pekat…yang segar.

bolehkah dia menjadi sesuatu yang disebut rumah…
rumah tak dikenal.
jarang dikunjung dan mengunjung, lalu selalu menjadi kuno,
dan lekat seperti menutup mata,
lalu berjalan disitu tanpa tersandung…

tidak ada bau pelitur baru..
tidak ada sesanjung kemegahan..
tidak ada gambar pugar berkilau..

…dia…bersama keapaadaan..
masih boleh menjadi tempat kerinduan
untuk segera pulang dengan segala keapaadaan..pula…

katanya…mungkin ini cinta yang tidak meninggalkan dan ditinggalkan..
ataupun, bisa saja ini bukan cinta yang tidak tersebut seperti apa…

tidak ada yang perlu terdetil.
tidak pula ternama sebagai kata sifat, kata kerja ataupun segala bahasa..

aku mencintaimu - pun tak lagi pantas kukenakan padanya…..

9/4/07

~ by adekkeliat on September 5, 2007.

4 Responses to “”

  1. tetep pantea kok kak… pasti…someday… :)

  2. cengeng…

  3. hm…masa si lin?
    someday sapa tu?
    gilingan tebu?
    kapan? ;D

  4. koe kue cengeng! tengah mlm nangis mbeker2!!!! huuu..ngamuuk…ngamuk, hayo! mutilasi sisan!

Leave a Reply