header image
 

kolom kota kota

aku ingin bersamamu. aku tidak boleh bersamamu. aku akan bersamamu.

kata siapa. kata siapa. kata siapa.

kataku,kataku. katanya,kataku. kataku,kataku,mya,ia dan dia.

lalu kutersuruk di kabur tinta kota, dicetak petak petak, berkolom buram, dilelembar berita berita cuil, diposkan jumat pagi ini.

untuk diamkah sebuah kekuatan mampu menumbuh di angin angin tak bertuju tak bertuan…

sampai mana lagi ujung jari menghalajangkau…dilipatan kertas lebar penuh huruf yang tidaklah ingin kukenal…apapun itu, aku cumalah mau bersamamu…. sa…

seandainya kamu tidak tau, pasti sudah aku kata-tau-kan…. seandainya kau tidak mampu melihat tuju angin yang terlahir sebagai angin adalah angin, pastinya kemarin kemarin kita kita sudah bersama, dan tak perlu lagi mencari cari pemaafan atas tak bersamanya kita.

tidak perlu pakaikan kata kenapa.

seperti pengkultusanmu.

kenapa kenapa.. kenapa apa yang terlekat padamu dan padaku sedari dilahir, adalah dipilih putuskan oleh bukan kamu dan kamu.

kenapa kenapa…

kemudian kenapa ingin, boleh dan akan bersama_pun bukan dipilih putuskan oleh aku dan kamu saja….?

cetak baris dan kolom kota kota buram itu terkusut sudah dibawah ketiakku….

aku ingin tak peduli lagi dimana aku sebaiknya atau semestinya atau seharusnya…atau..atau..atau…

aku…

ingin tak peduli… lagi. 

aku cuma ingin ke pelukmu.

09:08am 070907

~ by adekkeliat on September 12, 2007.

One Response to “kolom kota kota”

  1. i put comments in evry blogs of yours, kurang kerjaan gw…

    i’ll better get back to work

    01.30 shit! i forgot to sleep…

Leave a Reply