38 detik pembuka
38 pertama kesepuluh. menit - hari - bulan dan hidupnya sebuah kerinduan.
mungkin ada yang terlompat hitungannya.. tapi kutetap melihatmu.
mungkin ada yang mengisi menghimpitmu diantara yg tak terlihat..
tapi kutetap mendengarmu.
Rabb..
tadi kududuk bersama 2 kopi dan selipan tuna di roti aneh,
begitu dekat pada mual di ulu hati.
begitu dekat hingga ku mampu melihatnya di setiap manusia bersepatu layang
yang lalu lalang naik turun di lingkaran kelopak mataku,
seperti putaran slide yg pernah kulihat menjadi film.
aku merasai bebauan tempat serupa itu,
seperti saat dimana senyum senyumnya berbahasa.
aku memikir gerak manusia manusia dan udara udara itu menjadi sama,
seperti saat dia dan aku
tidak terpikir untuk menghadapi mereka.
yang ini tidak ada dia, tapi kulihat dia..
kadang berbincang dengan laki laki bersepatu kiddie di gerai oranye,
kadang tertawa pada perempuan berbando pink diantara senyum manequin,
kadang bersama perempuan membawa timbunan kantong untuk si sepatu kiddie dan si bando pink, menghitung petak kilap lantai..
ku melihat dia lagi, dengan si bando pink yang lain!?!
di tangga ajaib juga kulihat dia dengan sepatu kiddie yang lain!??
lalu yang mana yang dia?
tidak kenapa kenapa kalau semua udara disini menunjukkanku akan dia. tapi tolong benarkan bahwa mereka bukan dia. dia cumalah apa yg sekarang ada bersamaku ini, disini.
ya wahid… pertolonganmu kupanggil di musim musim seperti ini,
dan dekatmu padaku yg entah dibagian mana tubuh mata hatiku..
ijin kusederhanakan sebagai al-fatihah…..
maka dimana saat itu tiba, ku sedikit mampu untuk tak terhilang tuju,
melihatnya lebih lurus terjelaskan. -1:20100107-

Leave a Reply