maha cinta
dimana rakaat rakaat yg diairmatai sudah terlihat seperti ritual hapalan dengan hati mengeras… membatu sudah mereka di kantung mata dengan warna memucat. diam. tak geming haru, aku bertanya… dimana kau, tuhanku……
dekat ke rusukku menyesap sampai di geretak lutut saat tumaninah beranjak ke sujud. pertolongan sedang kuhitung bersama geletar jari terangkat beritme cepat, asyhaduallaa.. ilaahaillallaah.. wa asyhaduanna muhammadarrasulullaaah…
sampai kurindu pada rasa cinta yg seperti tertinggal jauh di pangkal lidah.. saat fikir dan hati jadi tidak seritme lafal lisan terhembus napas.
terhampa dalam salam…
tuhan………
masih lama lagikah perjalanan menuju pengertianku atas cinta mahamu ini
untukku? subhanallah…

sepertinya begitu….
D E A T H said this on November 23, 2007 at 9:39 am