dimana aku disini
sepi disini,
bersama angin maghrib terdengar di rerimbun daun kali,
memerahkan bara ujung jari keenam terekat antara telunjuk dan tengah..
bahkan teh hangat ini menjadi pekat sepekat sore kemarin yang membawa sekotak kecil gerimis diantara konblok lembab dimana kuselisipkan namanya…..dari
beribu hari yang lewat…maka,
aku melihat dia mengiang di pelupuk bibir.. dengan mata tak berani menatap.. karena dia mencintaiku dengan sangat, atas nama sebuah cinta yang dia takuti dan sembunyi dari… so, i love you too.

hoeks!!! cuih….
D E A T H said this on November 4, 2007 at 12:11 pm
ngapaaa..ngapa? sirik?
ah, standar banget pik!
apa si yg lu mampu selaen itu?
ato lying lupa diri gak tau diri ada ato tidaknya…hiy!
adek adek said this on November 6, 2007 at 3:32 am
No Comment..
budi said this on November 14, 2007 at 4:44 am