‘Selagi Hangat Semakin Mantap’
Aku hanya seorang
peri.
Peri kecil dengan
sayap gemilap disapu angin
yang ditiupkan
kuncup lili…
aku hanya
seperindu.
Perindu sepi
pekatnya lelangit penyampai berita dari ufuk,
Dengan kuas merah
marun…
Aku hanya sepotong
awan.
Melambung-lambung
dari putih jadi abu-abu lalu menghitam
Aku datang
kepadamu… membawa sepiring kemarahan
Yang tak habis
kumakan,
Kubagikan sesuka
hati agar kau tau seperti apa rasanya
Kemarahan yang satu
ini.
Resep asli tidak
turun temurun dan tidak diturunkan.
Khusus untuk aku
dan, kamu; yang memesannya.
Tak akan ada lagi
kemarahan yang seperti ini.
Maka,
Silahkan segera
diicip…
Selagi hangat
semakin mantap.
00:10-210108

Leave a Reply