cipularang 107,
ada jingga menusuk meninggalkan lebam biru… merinduimu seperti berjalan ke awal pagi, yg sudah tadi.
satu yang tak kembali.
biarkan menghampar seperti kelokan megah tak bertuan ini, dilewati dan dinikmati mengulang tak bertentu waktu, karena yg dituju adalah tempat terahir perjalanan. dimana disana bisa bahagia bahagia…mungkin. jadi jangan jadikan 107 ini tujuan karena tuannya tak pernah mampu untuk benar benar ada untuk dipunyai.
telapakmu -ku akan selamanya kosong.
hatimu -ku akan terus terngilu….
diam saja disitu dengan rindu,
hangatkan tubuhmu di tempat yg sempat kau sebut jawaban takdir yg sudah kau punya. not the same but yes,
i still loving you. the show must goon.

Leave a Reply