‘Firdaus’
Kamu masih disitu,
ci…?
Atas sesuatu yang tidak kita punya
Dan segala yang kita miliki…
Simpan dulu ci…
satu waktu kita akan berada di bawah awan dan ijuk yang sama,
menemukan lelembar kertas kertas yang dulu diterbangkan angin
hingga legam jatuh di pangkuan kita
kau mengira ngira apa yang kulakukan disini
bersama siapa aku
dipelukan siapa aku
menciumi siapa aku
lalu kau meniupkan selembar kertas
yang kau pikir tak pernah pula kulakukan untukmu..
hingga kau tak mau tau kemana kertasmu akan tiba.
Aku pun tak peduli kemana kertasku akan bertiup
Aku sudah selesai mengira ngira bersama siapa kamu
Memeluk siapa kamu
Mencium siapa kamu…
Aku pun tak mau tau sebanyak apa hati yang sudah kulayangkan untukmu
Suatu hari kita berpelukan
Suatu hari kita mewujudkan
Tidak untuk sesiapa,
impian sesiapa..
Kita bikin dunia kita sendiri
Tidak hati siapa menjenguk hati siapa…
Aku disini ci… di dalam kamu… disitu…
bersamamu.
Bisapun dunia kuremukkan dengan telapak tanganku..
Hingga menyesak air mata,
dia tidak pernah menjawab
kenapa jembatan itu seperti hantu…
Kenapa mereka setolol aturan yang bahkan tak mampu menghancurkan hati kita
Kenapa mereka tidak mengantarkan kita ke tempat yang seperti hati kita
Bisapun aku marah dan merendahkan para pesabda konyol itu,
Tidak akan mengubah matahari tua yang menjadikan kita
Mengikatkan diri pada malam malam kerinduan dengan warna langit yang berbeda.
Lalu aku tau kau selalu memelukku di malam malam itu..
I love you Ci. Much. 270208-12:31

Leave a Reply