malaikat…
‘Malaikat
Dzuhur’
Waktu
di buka jahitan setengah kering itu,
dia
melihat borok berborok didalamnya
Dan
mereka bisa membaui di seantero ladang kosong tak berpuan
Lalu
dia menghanyutkan jasadnya di sungai mati berbuntu di muara hitam,
dengan
mayat mayat setengah busuk ikan ikan
yang
sudah lama lupa menggelepar….
Seperti
mereka melupakanmu
Seperti
mereka yang menampar mu lalu berlalu seperti arca hidup
Seperti
mereka yang mengharu biru memohonmu
Lalu
meludahimu.
Belatung
belatung beranak pinak didalamnya
Bersenda
gurau bak di sesurgaan
Berbau
pesing, disarangi bapak ibu kecoak
Ah,
mereka kira itu taman bermain cuma cuma.
Mau
apa kau dengan kalimat kalimat yang kau kira sudah sakti itu?
Padahal
kau bergelimang mandi di antara celah celah kalimat bersahajamu,
yang
rupanya serupa dengan kolam bangkai…
Tercium
wangi oleh mu.
Sshh….
Sudah,
Mari
diam saja disini…
Meringis
ringis, mengangguk takjub, menyenyum takzim
Pada
nasehat para pesakti mandraguna seperti kau yang kau kira,
agar
kau menjadi malaikat….
Malaikat…
Hwaahh….
Indahnya..
Ssssh….
Sini,
sini,
Jahitan
ini harus dirapatkan lagi
Jikapun
tidak menghilang bau busuknya,
Tidak
begitu mengerikan untuk dilihat.
Biarkan
malaikat itu berkukuruyuk di adzan dzuhur…
Kasian
deh lo.
Tidur
yuuk, hoaahhmm…nyamnyamm…
030308-12:33

Leave a Reply