header image
 

dear paijem…..

Lalu
dia mulai menyalahkan diri sendiri.
Amarahku
tercabik – cabik.
Apa
yang mau dia sesali dari apa yang sudah terjadi.
Dan
apa apa semua yang ada dalam tubuh – ruh nya??!
Hey!!
It’s a great gift!!! 

Akhh… isn’t it….

Kutanya
sekali lagi.
Apa??!!?
Hah!??

Lalu
apa gunanya kalimat panjang
Yang
tertulis?
Bukankah
dia mampu
Menyemangati
pemirsa nya.
Lalu
untuk apa itu semua??
Kemana
dia? Pingsan? Hanyut??

sudah
kenal apa-bagaimana..
Maka
tidak akan membiarkan orang lain mempergunakannya
Sebagai
& untuk ‘apapun’,
hanya
untuk kemudian dengan suka cita
Memerosokkan
nya diri sendiri.
Menyesali
diri nya sendiri.

Just, it’s you!! Explore
it!!!
You decide everything for
your own.
Alone.
Don’t let others do that!

Sekarang,
biarkan aku yang murka!!
Murka
pada hati yang ingin dianggap mati! Namun tetap menggelinjang dan terluka..!
Maka..
kematiannya yang mati,
Adalah
saat ia dipuncak keinginan yang ingin merasakan kembali..
Bagaimana
hidup itu-bagaimana luka itu-bagaimana bahagia itu. 

Mana..
mana.. aku seperti masih ingat perih itu..
Perih?
Ketawa?
Akh….!
tipu.
Basi. 

Lalu,
matilah.
Pemakaman
hati sudah selesai.
Mari
kita berbaris pulang.
Kibarkan
gaun hitam ini di pesisir negeri antah berantah
berbau
bangkai.

Recovered_jpeg_digital_camera_78

 

http://dansapasirhijau.multiply.com/journal/item/23/kuburanmu

wajah-wajah sang dear paijem terpampang mendekati sempurna, di HTML yg ini :D

~ by adekkeliat on June 17, 2008.

Leave a Reply