terikat..
dia mendesah….
ketakutan pada tali yang mengerat mata kakinya.
dia terjerembab….!
lima mata angin menarik bulu romanya ke segala penjuru.
tiga mata angin membekap mulutnya hingga ia tak mampu
berteriak pada empunya dini..
dia meratap….
meratap pada laci rahasia yang tertutup rapat.
bercendawan sengap rungsing dan busuk!
diujung-ujung jarinya tersemat mata pisau beracun.
aku membelai telapak kakinya.
menyelimutinya dengan jerami
aku memeluk punggungnya.
menciumi bau ketiaknya..
dia melenguh….
tak mampu meraihkuterikat di delapan penjuru.
sembari dia membelai hidup gemilapnya.
sembari menyuapi burung-burung berbulu cantik….
jiwanya,
terikat.

Leave a Reply