memulai sesuatu yang dibunuhi sendiri,
kemana lagi kutaruh awan - awan ini.
sudah menyesak dibawah bantalku.
menggembung dibalik kasur dan selimut.
kemarin kukirimkan seribu jamuan ke
perutmu dengan semangkuk perasa berwarna
abu-abu, tak habis matahari-matahari
berseliweran diantara pelangi pagi.
mengembang ke langit dan langit,
aku tertawa meraih temali.
memeluki sebakul cerita merkurius,
tergandeng asakdipala dan sekerling lidah terlipat.
sang jago
terpatah taji tak lagi perkasa,
segala muspra.
jenggernya menguncup,
melenggang lagi diatas pelangi.
paruhnya bak pejantan berseribu taji
digdayaflase.


Leave a Reply