dan aku mengosongkan semua percakapan dengan bayangan.
mereka hanya ingin meniduri sebuah teka teki.
dan aku tenggelam di badai yang kuraut dengan dua jari tengahku.
aku terdiam… bahkan tak tau mau kuselipkan kemana kerinduan ini.
tak usah bicara!
diam!
muak aku lihat gaya memanggilmu.
gaya membacamu, membacai apa yang tertera di sekujur tubuh ini.
ssshh..diam. kamu, kamu, dan kamu juga! aku sedang merasakannya merayap di tungkaiku….naik ke ulu hatiku….
kukumpulkan semua sepi. kuaba-abai mereka jadi debu…. terhisap pepat hingga ke pori pori ku….. hanya satu. aku merindukan sebuah kerinduan yang seharusnya bernama, kerinduan. dan ini. bukan. dan ini…. tak berpenepi. lalu,
nanti sore dia juga akan terbahak dengan masa lalunya. terpeluk bayangan penyihir tak punya hati yang meniupkan aroma pelupa jiwa. padanya.
kemudian….
dia…
mencumbui masa lalunya.
sementara mulutnya, tangannya, berteriak teriak tentang besok pada yang saat itu sedang disebelahnya.
padahal ia….. ditiduri lelap di masa lalu dan kemarinnya. penyihir….. betapa baiknya kau memperlakukan dia yang tolol tak tau arah itu sesuka kuku kuku cakar berracunmu! pulang! pulang! sudah usai permainan mu. dia… tak layak kau mainkan lagi. sehebat apapun dirimu, pulang!!! kau bahkan sudah memilih rumahmu sendiri. kau bahkan sudah campakkan dia! kau bahkan sudah pergunakan dia sebagai penawar rasamu. sebagai sandalmu menuju tempat yang sekarang sudah kau miliki. kurang apa? hah? mau kau apakan lagi dia??? pergii!!!! dia akan bertemu dengan kekasihnya. yang seharusnya bisa dia temukan di entah mana. kemanisan liur madumu, kelembutan duri berbisamu, kesenangan tuak yang kau janjikan….? adalah jahanam keparat! apa kau tak lihat dia adalah tak berdaya? biarkan dia bertemu dengan kekasihnya. jangan kau kangkangi dengan semburat celana dalam dan beha sisa sisa itu. atas nama hatimu, mendayu, merayu… kau kira aku tak tau kelemahannya yang mana yangs selalu kau gores lumuri ke luka masa lalunya. bangsat!!!!!……….eegghhhhh…
ya….. dan dia tuliskan besar-besar didadanya tentang cita-cita dan tentang apa yang sedang di genggamnya…. lagi….namun, jelas ternyata terpampang menung-nya… ke kemarin dan masa lalu…
bukankah ada segolongan orang yang mengatakan apa yang tidak bisa dilakukannya. apa yang jadi keinginannya. apa yang jadi kelemahannya,
menjadi sebentuk kalimat, yang ia kira….. mampu membuat mata hati orang-orang yang bermata hati, tertutup..
terlupa, terselubungkan, oleh… sebaris kalimat.
bukan tipuan.
bukan pembelaan.
bukan… pemaafan.
bukan pemotivasi.
hanya, menggambarkan bahwa bagaimana engkau melakukan sebaliknya dari yang kau tulis.
lalu kau berpaling…. lagi. memasang mimik gembira saat hatimu tertampar.
lalu kau menunduk.. lagi… tanpa suara mengakui hanya mampu mecumbu masa lalu.
bahkan bilapun masa lalu mu itu menyakiti terus menerus kau terimai itu sebagai sekarang dan esokmu… yang patut kau sukuri karena lagi2 hanya kau dan Tuhan yang tau.. katamu. memang, agak sulit mengakui… coba! coba katakan… bahwa kau, hanya takut, kebenaran yang telah diketahui berpasang2 hati…. terbenarkan
kau tertawa… tertabah… menguatkan arti alasan yang bahkan tak mampu kau sebutkan waktu itu.
dan kau… terus membohongi dirimu sendiri..